Sepertinya semua kapiten yang sudah masuk waktunya berlomba-lomba untuk dapat mengikuti SELAPA. Dari berbagai belahan Indonesia semuanya datang untuk mengikuti program wajib ini.
Di Selapa If 2008 ini ada 271 kapten terdiri dari tiga sumber PA dan berangkat dari tahun masuk PA 1994 hingga 1998. Kegiatan ini dibuka tanggal 05 Agustus dan akan ditutup tanggal 22 Desember 2008. Program ini akan mempelajari materi teori dan praktek taktik, teknik, dinas staf, jasmani, materi ideologi yang seluruhnya akan lebih dari 70 mata pelajaran dan hanya dalam lima bulan saja. KEREN BUKAN…
Programnya sendiri dibuat sedemikian “dewasa”. Maksudnya semua siswa dianggap sebagai orang dewasa yang tidak perlu di”oyak-oyak” dan di peluitin lagi dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari. Sesuai dengan dasar utama pendidikan untuk adults learner maka bukan saja siswa akan diberikan sektor kegiatan, tetapi seharusnya juga diberikan sarana pendukung kegiatan dimulai dari prosedur tetap dan kebijakan, dan fasilitas pendukung lainnya.
Kami didewasakan dalam protap dan kebijakan tetapi belum siap dewasa dalam tahap pelaksanaan dilapangan. Sebagai contoh mulai dari awal kegiatan buka pendidikan kami telah dijejali dengan lembar penugasan (LP). Dalam satu malam (minimal tiga malam dalam 1 minggu) tidak kurang dari minimal dua LP harus diselasaikan di pagi hari pukul maks 07.00 WIB. Jawaban harus di tulis tangan dengan tinta warna biru (menghindari plagiat) atau di ketik komputer dengan segala aturan minu-nya. LP di foto kopi sebanyak tiga eksemplar; 1 ke departemen, 1 satdik, 1 arsip. Betapa boros hidup untuk menjadi produktif disini. Ditambah lagi produk reguler dimana setiap bulannya siswa harus membuat KARMIL sebanyak minimal 10 halaman A4 diluar halaman tambahan. Wuih mabook!!! (semoga ada donatur yang baik hati untuk membeli ATK,… kalo ada silahkan ditransfer ke rekening Bank Mandiri saya: Ro’is Nahrudin NOREK 121-00-0477692-2).
Bulan Agustus ini saya baru akan menulis tentang penggunaan internet (Blog dan e-book) untuk mendukung efektifitas dan efisiensi proses belajar mengajar di Selapa If, supaya pemborosan ATK dapat ditekan. Jadi semua pengumpulan materi lewat fasilitas virtual CUMA bagaimana dengan plagiarism recognition divice-nya, kesiapan instukturnya dan juga yang penting siswa-nya (lha wong yang baru tahu bahwa di dunia ini sudah ada komputer yang bisa dilipat saja masih banyak). Tapi ya itulah tantangan-nya… dukung saya…!
Tantangan lain dalam kegiatan keseharian, Dengan adanya pembatasan PUDD misalnya; meja harus selalu bersih dari kertas dan buku serta perlengkapan lainnya SELAIN lampu belajar dan printer (ini tambahan kebijakan terkhhir sebelum akhir minggu ini) maka sepertinya sangat berat dilakukan. (mosok orang belajar meja harus bersih dari buku…hehehe..) Tapi ya sudahlah loyal dan laksanakan saja.
Untuk kegiatan kelas siswa dilarang membawa HP dan komputer (lah yang komputer ini yang jadi masalah) Masalahnya siswa diharapkan mencari referensi dari internet tapi disini hanya ada satu hotspot yang hanya terdapat di perpustakaan yang berjarak sekitar 400 meter dari tempat kami tinggal dan security password nya hingga saat ini belum dikasih. wuih begimana ini….
Intinya rencana kegiatan cukup bagus cuma sarana pendukungnya belum terasa dapat mengakomodir kegiatan ini. Saya jadi sedih jika ingat lembaga saya; dengan segala kemudahan fasilitas pendukungnya. Rasa-rasanya pingin saya pindahin lembaga ini ke badiklat…hehehe…siapa lo…
Ini belum termasuk fasilitas akomodasi tempat tinggal, MCK yang saya tidak perlu cerita karena sangat seru (semua orang yang pernah kesana pasti tahu).
Jadi…beruntunglah mereka yang berada dan sekolah di Badiklat Dephan beruntung… Sungguh..
Salam dari Cafe Net Bandung!
August 19, 2008 at 12:12 AM
Met berjuang ya.. Semoga segala urusan akan ‘lebih mudah’ penyelesaiannya.
August 22, 2008 at 3:31 PM
Welcome back to the jungle, Sir!
Ijin Bang, selama saya jungkir balik di dunia persilatan TNI, khususnya TNI AD…menurut saya, memang hanya BADIKLAT PUSBAHASA DEPHAN yang memenuhi syarat sbg SBI (Sekolah Bertaraf Internasional). Catat ya, Bang : TARAF bukan TARIF…hehehe…
Masih merupakan mimpi bagi TNI AD memiliki intitusi spt Pusbahasa. Tapi spt Abang bilang, klo tidak dimulai sekarang…KAPAN???
Yah, saya doakan semoga niat, upaya dan kerja keras Abang mendapatkan kemudahan dan kelancaran.
Dan, semoga “Dompet Bang Rois Peduli” segera terisi pundi-pundinya…amiiin.
Btw, klo mo ngecek transfer dah msk apa blm, pake no hp yang mana nih, Bang? Coz byk yg blm tau tuh, tmsk saya..hehehe..:P
Trus, 3 angka terakhir pake nomor unik ga, Bang?
Yah, kali aja di sini ada yg berminat bantu2 Abang gitu…
Salam hormat dan tetap semangat !
MERDEKA!!!
August 23, 2008 at 11:07 PM
(biar muka agak tebel aku reply pake basa Pusbasa aja dah-you can find the same reply in your email)
Hi mate, glad to find you here. I hope my reply finds you in your best of luck!
Well, I could not say more for what happens here in our beloved unit. But, better to be kept as an inner spirit for each everyone of Infantry dude, after couple of weeks here I witness some outward looking commanders; MAJ Andi Permana who just been promoted to sit on to be the CO of YONIF-323 (if I am not mistaken), he is then replaced by MAJ Heri Pribadi who is respectfully committed onto the modernization of the institution and the wide opportunity to look after our faith to be submissive to ALLOH. Lastly, I just heard COL Tatang, Dan Pusdikif during his speech on the anniversary of the 58th Pusdikif yesterday, mentioning about the new program to computerized the already existed system. During the session he demonstrated the use of Video conferencing facilities (although not quite smooth-but the efforts should have been appreciated) I am excited to assist him, even more.
These CO are only A FEW GOOD MEN in our INFANTRY world.
Semoge mereka diberikan kekuatan untuk berbuat yang lebih baik dan professional untuk kemajuan institusi tercinta kita.
Dirgahayu PUSDIKIF ke 58.
Selamat Bertugas teman!
Ps. Terima kasih atas concern-nya untuk checking NO HAPE +6281399533450 ini.
August 24, 2008 at 12:36 AM
Bang,
Semoga kedepannya bisa lancar dan banyak donaturnya..
.
Considering the strategic role this Pusbasa is playing in ensuring quality graduates, the parent institution is to provide siginificant support, either material and welfare of its mentoring staff. May this blog becomes an enlightment to our officers that technology and its branches of applications are there to suuport the efficiency & effective implementation of duty.
Hugs from West Africa!
September 11, 2008 at 5:34 PM
GW SIH RASAIN ENJOY AZA …..SOALNYA TGL 22 KAN DITUTUP,JD KANTIN KECIL KUMUH BELAKANG SEKOLAH SANTAPAN ISTIRAHAT GW.SOAL DI BARAQ GW ANDALKAN YANSIS AZA LAGI…….GW KELAS F
September 12, 2008 at 2:30 AM
iya seeehh… memang 271 kepala 271 keluhan dan kenikmatan yang berbeda. syukurlah kalo kang Deni enjoy aza…
Saya juga enjoy zuga dengan cara gw.. hahaha…
October 30, 2008 at 3:02 AM
yah mau gimana lagi,bang.namanya juga TNI-AD masih sangat ketinggalan yang namanya iptek.apalagi POLA PIKIR,tingkat selapa aja masih diharamkan bawa HP & Laptop.apalagi Taruna,cadet atau karbol……sedih sekali padahal mereka sekarang setingkat S-1.Jangankan berbau iptek,bisa menggunakan Microsoft office aja udah keren.paling-paling bisa chatting,friendster gtu.
PILU memang,dinamika tugas semakin kompleks tetapi kita hanya jalan ditempat.
kita doakan abang nti bisa mendapat jabatan yang menentukan masa depan TNI-AD.
selamat belajar,bang
October 31, 2008 at 3:59 AM
Menejelang dua bulan setengah sebelum berakhir laptop dah boleh nokrong diatas meja. Sekarang dah ada 271 laptop dan printer. Luar biasa…
cuman sayang internetnya masih ngadat hingga hari ini. Laptop banyak dipake buat ngunci bujuk dan karmil.
Terima kasih,
February 6, 2009 at 11:18 AM
I couldn’t agree more (CMIIW)..
IT saat ini sudah bukan barang haram lagi, terutama di lemdik. Justru seharusnya menjadi hal utama. Kalau kita tidak memulai dari sekarang…kapan lagi? Generasi muda sudah melek IT, sekarang tinggal generasi pendahulu…mau melek atau merem saja? Memang badiklat sdh menerapkan sistem IT dengan maksimal,saya rasakan msh rangking 1 lah…Pusdik2 lain? Masih mau dan akan mengikuti..Info sedikit saja, pusdik penerbad utk tingkat Selapa tinggalnya sudah dipaviliun, setaralah sm pusbahasa…Net? Msh dlm pengembangan, sementara utk ruang kelas sdh hotspot…renc mo pake OMNI bang…hehehe. Majulah lemdik! Dari sana seluruh SDM kita dihasilkan…
February 6, 2009 at 12:00 PM
Terima kasih,
Coba nanti kita kolaborasikan ya jika ada siswanya. OK deh
Salam untuk Pak Eko
February 7, 2009 at 10:49 PM
bang rois…
masak selapa if dibandingin sama kibi?
selapaif tetep seng ada lawan….still unique in its own way (hopefully in a good way)
but i still love both of them coz they have given me lots of useful knowledge and skill.
VIVA SELAPA IF! ASTA..ASTA..ASTA…!
tapi bang yang jadi ganjelan di pusbasa dephan adl lari aerobik rutin…masak yang kenceng sama yg di belakang nilainya bagusan yg jalan-jalan pagi?
February 9, 2009 at 2:44 PM
Om Taufan, Henri,
Yach namanya trick maka setiap institusi mempunyai gayanya sendiri. Tapi kalo pejabat kepala sekolahnya Infanteri kayaknya aturan yang bener berlaku. Iya Tho!?
September 21, 2009 at 4:35 PM
om ro’is slow aja, kesulitan yang sdh kita lalui pasti kedepanya akan buat kita smile gitu looh, minimize bs buat ceritee gitu…”
October 11, 2009 at 9:38 PM
Akhirnya kan jadi Mayor juga bang. Tinggal disiram aja tuh melatinya biar tambah lagi satu.Hidup Selapa, Hidup KIBI Dephan, Hidup Mayor, Hidup bang Ro’is and Hidup Mayor David juga dong lah…!!