Saya dengan hikmat mengikuti pemikiran, keluhan, kesan, tanggapan dari apa yang sebelumnya telah diungkapkan oleh Susely di Sisinfo Badiklat. Saya yakin rekan-rekan yang selalu ingin menyegerakan pemanfaatan IT di Badiklat setuju dengan apa yang disampaikan oleh Susely.
Patut kita pedomani bersama bahwa pengembangan IT Badiklat hanya dapat mencapai tujuannya jika dilaksanakan secara bertingkat, bertahap dan berlanjut, terjalin kerjasama yang solid antara semua pihak dengan prinsip keterbukaan dan loyalitas.
Tahap pertama sasaran IT Badiklat yaitu perubahan budaya dan pola pikir anggota terhadap kehadiran dan penggunaan IT harus terpenuhi. Proses ini bisa menjadi life time process, sebuah proses yang bisa menjadi proses seumur hidup untuk mengubah pola pikir dan budaya kerja. Bahkan jika kita tidak hati-hati justru bisa timbul budaya penolakan. Jadi tanpa mengendorkan semangat rekan-rekan, saya sarankan agar kita yang sudah agak in musti bijaksana dan sabar. Dua Tahun belum cukup lama… Sebagai gambaran, di DITC Australia tempat saya pernah magang, tidak semua pegawainya melek IT dan senang dengan kehadiran IT. Ssst…bahkan ada beberapa instruktur yang tidak punya HaPe lho… Look this is a choice of life alias pilihan hidup… hayoo bagaimana kalo ini terjadi di kantor kita??!
Kembali kepermasalahan awal yaitu masalah optimalisasi IT. Pimpinan tertinggi Badiklat dan perangkatnya sudah bertekad bulat dan selalu mengamini saran dan muatan yang diinginkan oleh kita. Oleh sebab itu supaya ada pencerahan, saya akan berusaha merumuskan apa-apa yang sudah dihaturkan dalam pertanyaan-pertanyaan agar mudah dijawab oleh pihak-pihak terkait dan tentu saja dengan menggunakan bahasa saya. Pertanyaan-pertanyaan ini sudah sering lontarkan tetapi rupanya belum ada pencerahan hingga saat ini:
A. Bahasa Pemrogramam
1. Program apakah yang akan digunakan oleh pengembang untuk mendesain tampilan web badiklat?
2. Bahasa pemrograman apakah yang mendominasi proses desain tersebut?
3. Apakah sumber scripting language-nya bisa di peroleh di pasaran bebas?
4. Apakah pihak pengembang memodifikasi bahasa pemrograman itu untuk disesuaikan dengan keinginan stake holder?
5. Jika ”ya”, pada titik-titik manakah modifikasi tersebut dilakukan?
6. Jika menggunakan bahasa pemrograman dari template yang free source apakah sudah aman dari copyrights law?
7. Resiko apakah yang akan dihadapi dengan penggunaan bahasa pemrograman dan pemodifikasian dihadapkan pada kestabilan tampilan web badiklat dan sistem yang berlaku?
8. Apakah ada kemungkinan penyerahan seluruh data scripting yang telah dibuat oleh pihak pengembang dalam bentuk blue print dan bukan copy-an?
9. Apakah desain web Badiklat dapat disesuaikan dengan kebutuhan pencapaian Tupoksi masing-masing diklat?
10. Jika Ya, Bagaimana itu dapat dilakukakan dan sejauh mana admin diklat dapat melakukan hal itu?
B. Sistem Jaringan
1. Sistem jaringan apakah yang digunakan oleh pihak pengembang?
2. Bagaimana spesifikasi dan kapasitas sistem jaringan tersebut?
3. Bagaimanakah layout sistem jaringan yang digunakan oleh pengembang?
4. Apa saja kendala yang dihadapi oleh pihak pengembang selama ini?
5. Resiko apakah yang akan dihadapi dengan penggunaan sistem jaringan yang yang ada?
6. Bagaimanakah manajemen pengaturan traffic flow dihadapkan dengan adanya sistem jaringan yang diadakan oleh institusi lain (Pusdatin, dsb)?
7. Bagaimanakah manajemen pengaturan traffic flow dihadapkan pada pencapaian Tupoksi masing-masing diklat?
C. Perangkat Keras
1. Jenis perangkat keras apa saja dan spesifikasinya yang diperlukan untuk mendukung seluruh jejaring IT Badiklat?
2. Jenis perangkat keras apa saja dan spesifikasinya yang diperlukan dihadapkan dengan Tupoksi masing-masing diklat dan set?
3. Dengan ketersediaan hardware si tiap-tiap diklat, apakah diperlukan lagi tambahan atau modifikasi daripada perangkat tersebut dan resiko yang dihadapi?
4. Hal-hal apa saja yang perlu diketahui oleh masing-masing diklat untuk mengantisipasi kebutuhan tambahan perangkat dihadapkan pada Tupoksi diklat?
D. Perangkat Lunak
1. Jenis-jenis perangkat lunak apa saja yang diperlukan untuk mendukung kelancaran web Badiklat?
2. Apakah ketersediaan perangkat lunak dapat didukung oleh pengembang atau yang lain?
3. Dihadapkan pada pencapaian Tupoksi masing-masing diklat, apakah diperlukan perangkat lunak tambahan?
4. Resiko apa saja yang mungkin dihadapi terhadap penambahan perangkat lunak tersebut?
Sudah saatnya memang, dalam hal ini pihak pengembang dan stake holder mendiskusikan masalah-masalah teknis IT ini dengan Tim IT Organik Badiklat, sehingga proses pengalihan bisa terlaksana dengan baik dan tidak meninggalkan PR bagi pengguna yang akhirnya hanya berujung pada ”pemubadziran” usaha yang selama ini kita upayakan dan kita harap-harapkan kesuksesannya.
Silahkan jika masih ada daftar pertanyaan lain yang belum tertampung, yang penting jangan duplikasi.
Semoga berkenan