TRANSLATION CLASS E (KIBIANS)

Dear Echoans,
Please translate this article into Indonesian.

Women’s Rights

Women’s rights around the world are an important indicator of understanding global well-being. Many may think that women’s rights are only an issue in countries where religion is law, such as many Muslim countries. Or even worse, some may think this is no longer an issue at all. But reading this report about the United Nation’s Women’s Treaty and how an increasing number of countries are lodging reservations, will show otherwise.
A report from Human Rights Watch also describes how women’s rights have not been observed in some countries as much as expected; in some places claims are made that women’s rights will be respected more, yet policies are sometimes not changed enough—or at all—thus still undermining the rights of women.
In some patriarchal societies, religion or tradition can be used as a barrier for equal rights. For example, as Inter Press Service reported, the Bangladesh government tried to hide behind laws to deny women equal rights. In Pakistan for example, honor killings directed at women have been carried for even the slightest reasons.

(http://www.globalissues.org/article/166/womens-rights)

Put your Rank/Name/Class on the top left corner of your work. If you do not have your own ID then use Anonymous to submit your work.
Your work should be submitted NLT 18 September 2009 at 15.00 Hrs
Thank you

10 Responses to “TRANSLATION CLASS E (KIBIANS)”

  1. gede agus Says:

    Lettu Inf/Gde Agus DP/E

    Hak-hak wanita

    Hak-hak wanita diseluruh dunia adalah indikator utama pemahaman secara menyeluruh sebagai individu. Banyak yang mungkin berpikir bahwa hak-hak wanita hanyalah sebuah wacana belaka terutama di negara-negara yang menggunakan agama sebagai hukum, misalnya negara-negara muslim. Atau bahkan lebih buruk lagi, beberapa mungkin berpikir bahwa hal itu sama sekali bukan wacana yang patut dipertimbangkan.
    Akan tetapi apabila kita membaca laporan tentang perjanjian wanita Amerika Serikat akan menunjukkan hal yang sebaliknya.
    Sebuah laporan dari pengamat hak-hak asasi manusia menggambarkan bagaimana hak-hak wanita tidak dicermati seperti yang diharapkan di beberapa negara. Di beberapa tempat mengaku hak-hak wanita akan lebih dihormati, akan tetapi kebijakan-kebijakan terkadang tidak cukup berubah -atau tidak berubah sama sekali- sehingga tetap mengurangi hak-hak wanita.
    Pada masyarakat-masyarakat yang menganut sistem Patrilineal (garis keturunan laki-laki) agama dan tradisi merupakan penghalang bagi persamaan hak. Sebagai contoh, seperti yang dilaporkan oleh layanan Inter Press, pemerintah Bangladesh bersembunyi dibalik hukum untuk menolak persamaan hak-hak wanita. Di Pakistan, misalnya, pemotongan honor yang ditujukan pada wanita dilakukan bahkan untuk alasan yang paling sepele sekalipun.

  2. chief sergeant acep maulana Says:

    Hak perempuan

    Hak perempuan di seluruh bumi adalah suatu alat ukur pemahaman yang penting bagi kesejahteraan secara global. Banyak orang boleh berpikir bahwa hak perempuan hanya suatu isu di dalam negara-negara di mana agama dijadikan hukum, sebagaimana banyak terjadi di negara-negara Islam. Atau bahkan lebih buruk lagi, beberapa orang bisa jadi berpikir ini adalah bukan sama sekali suatu isu lagi. Tetapi membaca laporan ini yakni tentang perjanjian wanita-wanita Amerika dan bagaimana suatu peningkatan jumlah negara-negara yang tergabung didalamnya , akan menunjukkan cara lainnya.
    Suatu laporan dari Hak asasi manusia yang mengawasi juga menguraikan bagaimana hak perempuan belum diterapkan dibeberapa negara-negara sebanyak seperti yang diharapkan. Di beberapa daerah mengakui bahwa dengan dibuatnya aturan hak perempuan akan lebih dihargai, walaupun demikian kebijakan kadang-kadang belum ada perubahan yang cukup atau bahkan tidak ada sama sekali, dikarenakan masih secara bertahap mempelajari tentang hak perempuan.
    Dalam beberapa kelompok masyarakat yang panatik, tradisi atau agama dapat digunakan sebagai suatu alasan yang tepat. Sebagai contoh, suatu laporan dari LSM, Pemerintah Banglades telah mencoba untuk bersembunyi di balik hukum guna menolak kesetaraan hak perempuan. Sebagai contoh di Pakistan, bunuh diri yang ditujukan bagi kaum perempuan telah ditetapkan tidak memiliki alasan yang kuat.

  3. Siti Aliyaturohmah Says:

    Pengatur II/c Siti Aliyaturohmah, E Class

    Hak-hak perempuan

    Hak-hak perempuan di seluruh dunia adalah indikasi penting dari adanya pemahaman global tentang kesejahteraan manusia. Mungkin banyak orang berpikir bahwa hak-hak perempuan hanyalah masalah sepele terutama di negara-negara yang menggunakan agama sebagai hukum negara, seperti kebanyakan negara-negara muslim. Atau lebih buruk lagi, beberapa mungkin akan berpikir bahwa ini bukanlah sebuah masalah sama sekali.
    Tetapi membaca laporan tentang adanya Perundingan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai perempuan dan bagaimana meningkatnya perhatian banyak negara terhadap masalah ini akan menunjukkan sebaliknya.
    Sebuah laporan dari pengamat Hak asasi manusia juga menggambarkan bagaimana hak-hak perempuan belum diperhatikan seperti yang diharapkan di beberapa negara. Di beberapa tempat dinyatakan bahwa hak-hak perempuan akan lebih dihormati. Namun kebijakan kadang-kadang tidak banyak berubah atau bahkan tidak berubah sama sekali, terlihat dari masih adanya pembatasan hak-hak terhadap perempuan.
    Di beberapa masyarakat patrilineal, agama dan tradisi bisa menjadi penghalang terhadap penerapan kesetaraan hak. Sebagai contoh, seperti yang dilaporkan oleh layanan Inter Press, Pemerintah Bangladesh berusaha menggunakan hukum sebagai tameng untuk tidak mengakui kesetaraan hak pada perempuan.Di Pakistan, sebagai contoh, pembunuhan terhadap perempuan di negara tersebut telah diperlihatkan walau hanya untuk alasan sekecil apapun.

  4. Serka Adina, S.IP Says:

    Hak Wanita

    Hak wanita diseluruh dunia adalah indikator yang utama dalam pemahaman secara global/ menyeluruh sebagai individu. Banyak kemungkinan berpikir bahwa hak wanita hanyalah sebuah isu di negara-negara dimana agama merupakan suatu hukum, contohnya negara-negara muslim. Atau bahkan lebih buruk lagi, beberapa mungkin berpikir bahwa hal itu sama sekali bukan wacana yang patut dipertimbangkan. Akan tetapi dalam bacaan melaporkan tentang perjanjian wanita Amerika Serikat akan menunjukkannya, jika tidak.
    Sebuah laporan dari pengamat hak asasi manusia menggambarkan bagaimana hak wanita tidak dicermati seperti yang diharapkan di beberapa negara. Di beberapa tempat mengaku hak wanita akan lebih dihormati, akan tetapi kebijakan-kebijakan terkadang tidak cukup berubah atau tidak berubah sama sekali sehingga tetap mengurangi hak wanita.
    Di beberapa masyarakat yang menganut sistem garis keturunan laki-laki, agama dan tradisi dapat digunakan sebagai penghalang bagi persamaan hak. Sebagai contoh, seperti yang dilaporkan oleh layanan Inter Press, pemerintah Bangladesh berada dibalik hukum untuk menolak persamaan hak-hak wanita. Di Pakistan, misalnya, pemotongan honor yang ditujukan pada wanita diberlakukan bahkan untuk alasan yang paling kecil sekalipun.

  5. Iska Putra Says:

    Captain.

    Hak-hak Wanita

    Hak-hak wanita di seluruh dunia merupakan sebuah indikator dari pemahaman kesejahteraan secara menyeluruh. Banyak yang berpikir bahwa hak-hak wanita hanyalah sebuah isu di negara dimana agama merupakan hukum, seperti kebanyakan di negara-negara muslim.Atau lebih buruk lagi, sebagian berpendapat bahwa hal tersebut bukan lagi hanya sekedar isu.Tapi satu sisi akan ditunjukkan, dengan membaca laporan ini tentang perjanjian/pakta wanita PBB dan bagaimana peningkatan jumlah negara-negara yang mendaftar sebagai anggotanya.

    Sebuah laporan dari pemerhati hak-hak asasi manusia juga menjelaskan bagaimana hak-hak wanita di beberapa negara belum diobservasi sebayak yang diharapkan; di beberapa tempat telah membuat tuntutan bahwa hak-hak wanita akan lebih dihormati, tapi kadangkala kebijakan-kebijakan belum cukup atau berubah sama sekali- jadi masih mengurangi hak-hak wanita.

    Pada beberapa masyarakat yang menganut sistem patriarchy, agama atau tradisi dapat digunakan sebagai rintangan bagi kesamaan hak. Sebagai contoh,sebagaimana dilaporkan oleh Inter Press,pemerintah Bangladesh mencoba untuk bersembunyi dibalik hukum guna menolak kesamaan hak-hak wanita. Di Pakistan misalnya, pengingkaran terhadap rasa hormat kepada wanita telah terbawa dari dulu untuk alasan sekecil apapun.

  6. Jafirman Torang Boy A.L.S Says:

    Second Lieutenant/Jafirman Torang Avery L.S/E Class

    Hak – hak Wanita

    Hak – hak wanita di seluruh dunia merupakan sebuah indikator yang penting dari pemahaman akan perbaikan kesejahteraan secara global/menyeluruh. Banyak yang berpikir bahwa hak – hak wanita hanyalah menjadi sebuah isu di negara – negara dimana agama berperan sebagai hukum, seperti halnya negara – negara Muslim. Atau bahkan lebih buruk lagi, beberapa orang berpikir bahwa hal ini bukan lagi merupakan sebuah isu sama sekali. Tetapi dengan membaca berita tentang adanya persatuan wanita Amerika Serikat dan meningkatnya jumlah negara yang tergabung di dalamnya, akan menunjukkan hal yang sebaliknya.

    Sebuah berita dari Pengamat Hak – Hak Asasi Manusia juga menggambarkan bagaimana hak – hak wanita belum pernah diobservasi di beberapa negara seperti yang banyak diharapkan. Di beberapa tempat, dibuat pernyataan bahwa hak – hak wanita akan lebih dihormati, namun terkadang kebijakan tersebut belum mengalami perubahan yang cukup, atau dari semuanya itu, hingga kini masih saja menganggap rendah akan hak – hak wanita.

    Dalam beberapa lingkungan keluarga yang berdasarkan keturunan laki – laki/patrilineal, agama maupun tradisi dapat digunakan untuk menghalangi adanya persamaan hak – hak. Sebagai contoh, seperti yang diberitakan oleh “Inter Press Service”, pemerintahan Bangladesh mencoba untuk bersembunyi dibalik hukum untuk mengingkari persamaan hak – hak wanita. Di Pakistan sebagai contoh, pembunuhan kehormatan yang ditujukan terhadap wanita telah dilakukan bahkan untuk hal – hal yang sangat kecil.

  7. dr. Corine Niswara Says:

    Hak-Hak Wanita

    Hak-hak wanita di seluruh dunia merupakan suatu indikator yang penting dalam pemahaman kita terhadap kesejahteraan manusia secara global. Mungkin banyak orang yang mengira bahwa hak-hak wanita adalah sebuah masalah yang hanya dapat terjadi di negara-negara dimana agama digunakan sebagai hukum, seperti umumnya di negara-negara muslim. Atau yang lebih buruk lagi, beberapa orang mungkin justru berpendapat bahwa hal tersebut bukanlah merupakan suatu masalah yang perlu untuk dipikirkan. Kenyataan yang kontras diperlihatkan, apabila kita membaca laporan tentang Perundingan PBB mengenai Hak-Hak Wanita dan bagaimana meningkatnya perhatian banyak negara di dunia terhadap masalah ini.

    Lembaga Pengamat Hak-Hak Asasi Manusia memberikan sebuah laporan yang mengejutkan bahwa ternyata hak-hak wanita di beberapa negara belum mendapatkan perhatian yang selayaknya; di beberapa wilayah, meskipun banyak klaim tuntutan telah diajukan agar hak-hak wanita lebih diperhatikan, kebijakan-kebijakan yang ada tampaknya tidak menunjukkan perubahan – atau justru tidak berubah sama sekali – sehingga hak-hak wanita masih tetap dikesampingkan.

    Di dalam lingkungan masyarakat yang menganut sistem patrilineal – dimana pria bertindak sebagai pemimpin – agama atau tradisi dapat menjadi hambatan bagi wanita dalam mendapatkan hak-hak yang setara dengan pria. Sebagai contoh, sebagaimana telah dilaporkan oleh Inter Press, pemerintah Bangladesh berusaha bersembunyi di balik tameng hukum negara mereka untuk menolak mengakui kesetaraan hak-hak wanita dengan pria. Di negara Pakistan, terdapat sebuah tradisi dimana diberlakukan pembunuhan terhadap seorang wanita, apabila ia telah melakukan sebuah tindakan yang mempermalukan kehormatan keluarga dan lingkungannya, oleh keluarganya sendiri. Tradisi tersebut merupakan tradisi lama yang berlaku di kebanyakan negara-negara Muslim, apabila seorang wanita telah melakukan tindak asusila ataupun bahkan hanya karena suatu alasan yang ringan saja, misalnya pada wanita yang mengenakan pakaian yang tak sepantasnya.

  8. adang Says:

    First Sgt. Adang Suarman

    Hak Hak Wanita

    Hak-hak wanita diseluruh dunia merupakan suatu alat ukur utama dalam pemahaman kesejahteraan secara menyeluruh. Banyak yang mungkin menafsirkan bahwa hak-hak wanita menjadi suatu permasalahan di negara dimana agama menjadi dasar hukum, seperti di kebanyakan negara muslim. Atau bahkan lebih buruk lagi, sebagian orang menafsirka bahwa hal ini tidak perlu di permasalahkan sama sekali. Dengan membaca laporan perjanjian PBB tentang wanita dan bagaimana peningkatan jumlah negara yang bergabung di dalamnya, akan memperlihatkan hal yang sebaliknya.

    Suatu laporan dari pengamat hak asasi manusia menjelaskan bahwa hak-hak wanita masih belum di perhatikan di beberapa negara seperti yang diharapkan; di sebagian wilayah yang menyatakan bahwa hak-hak wanita akan di junjung tinggi atau dihormati lebih, akan tetapi kebijakan-kebijakannya terkadang belum ada perubahan-bahkan sama sekali tidak-sehingga masih merusak hak-hak wanita.

    Sebagian masyarakat yang menganut sistem patrilineal, agama dan tradisi menjadikannya sebuah hambatan dalam persamaan hak ini . Suatu contoh, seperti yang telah dilaporkan oleh Inter Press, pemirintah Bangladesh berusaha bersembunyi dengan dalih hukum untuk menolak persamaan hak wanita dengan pria. Di Pakistan sebuah contoh, pembunuhan terhadap wanita karena perusakan kehormatan keluarga atau lingkungan telah diberlakukan walaupun dengan alasan yang sangat sederhana.

  9. Yusuf Mulyana Says:

    Penda III/b Yusuf Mulyana

    Hak-hak Wanita

    Hak-hak wanita diseluruh dunia merupakan suatu indikasi penting dalam memahami kesejahteraan secara menyeluruh. Banyak orang berpikir bahwa hak-hak wanita hanyalah suatu persoalan bagi negara dimana agama digunakan sebagai hukum, sebagaimana berlaku di banyak negara muslim. Atau bahkan lebih buruk, banyak orang berpikir bahwa hal tersebut bukanlah suatu persoalan sama sekali. Akan tetapi dengan membaca laporan mengenai perjanjian tentang wanita di PBB dan dengan semakin banyaknya negara-negara yang mendukung akan menunjukan sebaliknya.

    Sebuah laporan dari lembaga pemerhati hak asasi manusia juga menyebutkan bagaimana hak-hak wanita belum mendapatkan perhatian sebagaimana yang diharapkan; beberapa negara mengakui bahwa hak-hak wanita di negaranya lebih dihargai, akan tetapi beberapa kebijakan kadangkala tidak banyak atau bahkan tidak sama sekali menunjukan hal tersebut.

    Dalam masyarakat yang menganut sistem patrilineal, agama atau tradisi dapat digunakan sebagai hambatan dalam persamaan hak. Sebagai contoh, seperti yang dilaporkan “Inter Press Service”, pemerintah Bangladesh berlindung dibalik hukum untuk menolak persamaan hak wanita dengan pria. Di negara Pakistan, merupakan suatu kehormatan untuk membunuh wanita yang melakukan kesalahan bahkan untuk kesalahan yang sangat ringan sekalipun.

  10. Lettu Inf Arief Widyanto Says:

    Lettu Inf/Arief Widyanto/E

    Hak-hak wanita

    Hak-hak wanita diseluruh dunia adalah indikato utama pemahaman secara menyeluruh sebagai individu. Banyak yang mungkin berpikir bahwa hak-hak wanita hanyalah sebuah topik biasa sehari-hari terutama di negara-negara yang menggunakan agama sebagai hukum, misalnya negara-negara muslim. Atau bahkan lebih buruk lagi, beberapa mungkin berpikir bahwa hal itu sama sekali bukan suatu topik pembicaraan yang patut dibicarakan.
    Akan tetapi apabila kita membaca laporan tentang peraturan kesepakan persatuan bangsa-bangsa menganai hak-hak wanita, akan menunjukkan hal yang sebaliknya.
    Sebuah laporan dari pengamat hak-hak asasi manusia menggambarkan bagaimana hak-hak wanita tidak dicermati seperti yang diharapkan di beberapa negara. Di beberapa tempat mengaku hak-hak wanita akan lebih dihormati, akan tetapi kebijakan-kebijakan terkadang tidak berubah banyak atau bahkan tidak berubah sama sekali, sehingga tetap mengurangi hak-hak wanita.
    Pada masyarakat-masyarakat yang menganut sistem Patrilineal (garis keturunan laki-laki) agama dan tradisi merupakan penghalang bagi persamaan hak. Sebagai contoh, seperti yang dilaporkan oleh layanan Inter Press, pemerintah Bangladesh bersembunyi dibalik hukum untuk menolak persamaan hak-hak wanita. Di Pakistan, misalnya, pemotongan honor yang ditujukan pada wanita dilakukan bahkan untuk alasan yang paling sepele sekalipun.

Leave a Reply